Virus Flu Babi, Diprediksi Sebagai Pandemi Baru!

Virus Flu babi jenis baru ditemukan oleh para peneliti Cina. Setelah surut segala penelitian terkait Virus Corona yang berasal dari negera yang sama, kini para peneliti Cina menyebutkan adanya potensi kuat flu babi dapat menyebabkan pandemi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa flu babi bukanlah baru dan sedang dalam pengawasa yang ketat. Direktur Eksekutif Program Kedaruratan kesehatan dari WHO Dr Michael Ryan seperti dikutip dari Xinhua, menyatakan bahwa “Virus ini merupakan temuan dari pengawasan yang telah dilakukan selama bertahun-tahun”.

Selain itu, virus ini juga telah diawasi sejak tahun 2011. Ryan sendiri mengungkapkan, virus influenza babi H1N1 yang mirip ungags Eurasia telah diawasi otoritas China dan oleh jaringan pengawasan influenza global di seluruh dunia dan pusat-pusat kerja sama WHO.

Virus Flu Babi

Flu babi atau dalam bahasa inggris disebut swine influenza adalah kasus influenza yang disebabkan oleh virus Orthomyxoviridae yang endemik pada populasi babi. Galur virus H1N1 telah diisolasi dan sampai saat ini digolongkan sebagai influenzavirus C atau subtipe genus influenzavirus A. Di mana sebaga influenzavirus A, flu babi dapat menyebabkan penyakit influenza pada burung dan beberapa mamalia.

Kasus akibat flu babi hampir dijumpai tiap tahunnya dan biasaya ditemukan pada orang-orang yang melakukan kontak fisik dengan babi. Meskipun di beberapa kasus lain juga ditemukan penularan dari manusia ke manusia.

Pada mulanya di tahun 1976, di Amerika Serikat yang menyerang seorang tentara. Dirinya menyatakan kelelahan dan lemah, kemudian meninggal dunia keesokan harinya. Dokter menyatakan bahwa sang tentara meninggal akibat terjangkit virus flu babi sebagaimana yang pernah terjadi di tahun 1918.

Beberapa tahun berlalu, pada tanggal 20 Agustus 2007, virus ini menjangkiti seorang warga di pulau Luzon, Filipina.

Pandemi Flu Babi 2009

Bulan April 2009, ditemukan pandemi galur virus influenza. Sumber wabah ini belum diketahui secara pasti, tetapi kasus pertama ditemukan di Amerika Serikat kemudian menyebar sampai Meksiko hingga mengalami jumlah peningkatan kasus yang berakibat fatal.

WHO menyatakan secara resmi wabah virus flu babi sebagai pandemi pada tanggal 11 Juni 2009. Akan tetapi, WHO menekankan bahwa pernyataan ini dikarenakan penyebaran flu babi yang sangat cepat dan global tetapi, tidak berdampak parah di negara-negara maju. Namun, WHO tetap menyarankan agar masyarakat dunia berhati-hati dan waspada dalam menghadapi virus flu babi.

Di Indonesia sendiri, terjadi 86 kasus positif flu H1N1. Sayangnya, hingga saat ini belum ada vaksin yang tersedia untuk mencegah infeksi. Sehingga, sampai 24 Mei 2009 hampir 90 persen kematian akibat flu babi ditemukan di Meksiko.

Gejala Virus Flu Babi

Gejala yang ditimbulkan pun mirip dengan flu pada umumnya, antara lain:

  • Demam
  • Rasa mudah lelah
  • Nyeri otot
  • Kurangnya nafsu makan
  • Sesak nafas dan batuk

Penularan penyakit ini melalui kontak langsung manusia dapat terjadi melalui batuk, bersin, atau bedan yang pernah disentuh oleh penderita. Sama seperti virus corona, kerentanan flu babi menyerang manusia berdasarkan imun tubuh dan lamanya kontak manusia dengan penderita flu babi. Masa inkubasi flu ini adalah 3-5 hari.

Pencegahan Flu Babi

Pencegahan terkait virus H1N1 dapat dilakukan dengan beberapa langkah seperti:

  1. Jaga kebersihan diri dengan mencuci tangan setiap dan sebelum makan
  2. Jangan menyentuh daerah yang menghasilkan mukosa seperti mata, hidung, atau mulut sesaat setelah anda menyentuh barang tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.
  3. Selalu gunakan masker dan hindari kontak dengan orang sekitar anda yang sedang mengalami gejala flu.
  4. Makan-makanan bergizi untuk meningkatkan imunitas atau kekebalan tubuh anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.