Tips Meredakan Stres Saat Pandemi Corona!

Stres merupakan hal yang normal dialami oleh setiap orang. Pasalnya selama Pandemi Corona berlangsung tingkat stres di Indonesia meningkat secara pesat. Tentu banyak faktor yang mempengaruhi hal ini. Mulai dari tingkat kecemasan akibat korban dari Virus Corona sampai PHK (Pemutusan Hubungan Pekerjaan) yang dilakukan serentak oleh beberapa perusahaan di Indonesia.

Stres sendiri merupakan reaksi tubuh yang diakibatkan ketika seseorang menghadapi ancaman, tekanan, atau suatu perubahan yang menuntut di dalam hidupnya. Selain itu, stres juga dapat diakibatkan apabila seseorang merasa putus asa, gugup, atau marah yang terjadi di dalam situasi tertentu.

Respon ini dapat berupa gangguan secara fisik maupun psikis. Respon tubuh fisik yang tercipta antara lain : sesak napas, sakit kepala, otot kaku, sampai jantung yang berdetak lebih cepat dari biasanya. Sedangkan, respon psikis yang ditimbulkan antara lain: kesedihan secara terus-menerus, rasa bersalah, sampai keinginan bunuh diri yang meningkat. Tentunya hal ini akan membawa dampak buruk bagi penderitanya.

Penyebab Stres

Ketika seseorang mengalami stres maka secara tidak langsung tubuh akan mengeluarkan hormon kortisol dan hormon adrenalin sebagai respon alamiah. Sebenarnya reaksi ini cukup baik dikeluarkan dari penderitanya karena dapat membantu para penderita sehingga bisa keluar dari masalah atau situasi tersebut. Terdapat beberapa situasi atau kondisi yang mampu memicu stres, antara lain:

  • Pekerjaan

Pada saat Pandemi Corona berlangsung, tingkat pengangguran secara tidak sadar ikut meningkat tajam. Hal ini mengakibatkan tingkat stres di Indonesia juga meroket. Bahkan stres terjadi pada beberapa masyarakat Indonesia yang sedang dan akan menghadapi wawancara kerja karena persaingan ketat antara pelamar lainnya. Sehingga hal ini membuat badan pusat konseling menjadi tempat yang ramai dikunjungi masyarakat saat Pandemi Corona. Selain masalah pengangguran, hal lain yang dapat meningkatkan stress yaitu beban di tempat pekerjaan. Secara tidak langsung akan membuat seseorang menjadi tertekan sehingga menimbulkan stres.

  • Hubungan Rumah Tangga

Seiring bertambahnya tahun, tingkat kekerasan dalam rumah tangga semakin bertambah. Tanpa disadari tingkat perceraian di Indonesia meningkat tajam sedangkan pernikahan dini juga kerap terjadi di kalangan masyarakat. Hal ini menimbulkan kekerasan dalam rumah tangga yang mengakibatkan tekanan pada masing-masing individu sehingga tanpa sadar stres akan meningkat seiring dengan perceraian sebagai jalan terakhir.

  • Trauma

Apabila anda pernah mengalami pengalaman yang buruk, pelecehan, atau kehidupan keluarga yang kurang harmonis maka secara tidak langsung anda lebih rentan mengalami stres. Bagi para masyarakat yang pernah mengalami kejadian buruk atau trauma di masa lalu akan menimbulkan strss yang tidak mampu diprediksi dan terkesan tiba-tiba. Hal ini dapat terjadi apabila orang tersebut mendapat pemicu yang berkaitan dengan trauma yang pernah dialami sehingga membuatnya tertekan, menimbulkan stress, dan depresi.

Tips Mengurangi Stres

  • Hindari Penggunaan Gadget Berlebih

Mengambil beberapa waktu untuk diri sendiri dan mengurangi penggunaan gawai mampu membantu jiwa anda agar lebih tenang . Tanpa disadari penggunaan media sosial berlebih mampu menimbulkan penyakit mental salah satunya adalah stres. Hal ini terjadi karena tanpa disadari media sosial dapat menurunkan rasa percaya diri sehingga membuat anda lebih mudah terserang stres.

  • Menulis Diary

Menulis dapat dijadikan sbagai sebuah terapi dalam menghadapi tekanan. Menuangkan segala perasaan anda dalan tulisan mampu meringankan sedikit beban anda sehingga tanpa disadari stres anda dapat berangsur turun.

  • Mengurangi Konsumsi Gula dan kafein

Gula dan kafein berlebih mampu merangsang hormon sehingga mampu memancing kegelisahan dan meningkatkan tekanan dalam diri anda. Oleh karena itu, sebaiknya anda mengurangi konsumsi gula dan kafein demi menurunkan tingkat stres.

  • Istirahat cukup

Memiliki pola tidur yang baik dapat membantu anda memiliki mood yang baik pula di keesokan harinya. Sehingga usahakan tetap memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.