Perhatikan, Berikut Perbedaan DBD dan Virus Corona!

Di saat pandemi Corona tengah berlangsung tanpa kita sadari salah satu penyakit yang cukup mematikan juga ikut menyerang. Penyakit ini adalah DBD atau biasa disebut Demam Berdarah Dengue. Berbeda dengan Virus Corona yang ditularkan antar manusia, DBD dapat ditularkan dari gigitan nyamuk Aedes Agypti dan Aedes Albocpictus.

Sama halnya dengan Virus Corona, DBD juga mudah sekali menyebar di tubuh manusia dalam suatu wilayah tertentu. Penyakit ini berkembang begitu pesat di tengah kekhawatiran masyarakat Indonesia akibat virus Corona. Penyakit ini marak menyerang balita hingga usia dewasa terlebih di daerah yang masih kaya akan hutan seperti Sulawesi, Kalimantan, dan Papua. Sama-sama mematikan, ternyata kedua penyakit ini memiliki gejala yang mirip satu sama lain. Oleh karena itu, untuk mengenal lebih lanjut, berikut perbedaan DBD dan Virus Corona.

Penyebab Penyakit

Pertama, penyebab DBD. Demam berdarah dengue diakibatkan oleh nyamuk Aides Agypti yang menggigit di pagi hari sampai sore menjelang petang. Penularan ini dapat terjadi apabila nyamuk yang menggigit penderita DBD tanpa sengaja ikut menggigit masyarakat lain yang masih terbebas dari penyakit DBD. Sehingga di sini nyamuk berperan sebagai pembawa kuman penyakit.

Berbeda dengan Virus Corona. Virus corona menyebar melalui beberapa media antara lain :

  1. Percikan air liur penderita virus corona
  2. Menyentuh atau bersinggungan dengan penderita
  3. Menyentuh mata, hidung, atau mulut dengan tangan yang telah terkontaminasi virus corona
  4. Melalui tinja atau feses (jarang terjadi)

Gejala DBD dan Virus Corona

Virus Corona dan DBD memiliki perbedaan penyebab antara satu dan yang lain tetapi memiliki persamaan yang membuat beberapa orang salah mengartikan gejala yang sedang dialami.  Apabila DBD memiliki gejala seperti: demam tinggi, nyeri atau sakit kepala, nyeri pada bagian belakang mata, nafsu makan yang menurun, mual atau muntah. Sedangkan Corona Virus memiliki beberapa gejala seperti : sakit kepala, demam tinggi, hidung tersumbat, sakit tenggorokkan dan berkurang nafsu makan. Oleh karena itu, apabila anda mengalami gejala di atas yang berlangsung selama 3 hari tanpa adanya penurunan suhu badan atau gejala maka segera periksakan diri anda ke rumah sakit terdekat agar segara mendapatkan penanganan khusus.

Pencegahan

Untuk penyakit DBD terdapat beberapa upaya yang dapat dilakukan sebagai bentuk pencegahan terakit penyebaran virus.

  1. Anak di bawah 16 tahun dapat melakukan vaksinasi dengue sebanyak 3x dengan jarak 6 bulan.
  2. Pemberantasan sarang nyamuk dengan fogging
  3. Menguras bak penyimpanan air dan menutup tempat penampungan air
  4. Melakukan 3S atau reuse, reduce, recyle untuk mengurangi sampah yang dapat dijadikan sebagai sarang nyamuk.
  5. Memasang anti nyamuk, dapat berupa kawat atau kelambu
  6. Mengindari wilayah yang berpotensi sebagai tempat pesebaran. Seperti hutan rimbun atau tempat pembuangan sampah
  7. Menghentikan kebiasaan menggantung pakaian yang dapat dijadikan sarang nyamuk

Sedangkan di bawah ini terdapat beberapa upaya yang dapat anda lakukan untuk mencegah penularan Virus Corona

  1. Sering mencuci tangan dengan bersih selama kurang lebih 20 detik atau apabila anda sedang berada di luar ruangan, anda dapat menggunakaan hand sanitaizer
  2. Jauhi wilayah yang menjadi zona merah dan selalu menjaga jarak dengan orang di sekitar anda
  3. Selalu kenakan masker apabila anda sedang berada di luar ruangan
  4. Hindari kontak dengan ungags atau hewan peliharaan anda
  5. Jangan keluar rumah apabila anda sedang sakit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.