Menghitung Biaya hidup di jakarta tahun 2020

menghitung gaya hidup dijakarta tahun 2020, bukan lagi sekedar perhitungan matematis namun juga merupakan kebutuhan pokok untuk dapat bersosialisasi dengan hiruk pikuk kota jakarta. jakarta memang sudah menjadi kota metropolitan dimana siang bisa menjadi malam dan malam bisa menjadi siang bagi sebagian besar orang. di ibukota semua berusaha bersaing untuk mendapat penghidupan yang layak baik dari segi finansial maupun gaya hidupnya

Pernah gak aklian yang berasal dari luar jakarta selalu ingin ke jakarta untuk mengadu nasib? jika pernah, mari kita belajar Menghitung gaya hidup di jakarta, yang mana nanti akan menmpengaruhi kehidupanmu saat sudah sampai di jakarta dan bagaimana planning untuk menghadapi segala kebutuhan dan gaya hidup ini. memang bagi warga daerah, jakarta menjanjikan kenyamanan dari segi fasilitas dan kemudahan untuk mendapatkan segala sesuatunya. apakah kalian pernah berfikir bagaimana memulianya?

Baca juga : ide bisnis untuk mahasiswa tanpa modal

Apa saja yang menjadi fasilitas untuk mulai Menghitung gaya hidup di jakarta tahun 2020,

Pertama untuk menentukan apakah gaya idup dijakarta dengan di daerah berbeda saya ingin menawarkan apa yang ditawarkan oleh jakarta sebagai kota metropolitan.

  1. jakartamemiliki fasilitas transportasi yang lengkap baik darat atau laut atau udara
  2. Jakarta menawarkan lowongan yang banyak karena hampir 60% perusahaan berada disini
  3. jakarta menawarkan konsep hiburan yang modern dan lengkap
  4. jakarta menawarkan salary yang lebih tinggi dari pdaerah lain bahkan ada yang 3x lipat lebih rendah

Apa yang di berikan jakarta akan secara tidak langsung mengubah hidup kalian, baik dari segi konsumsi, gaya hidup dan pergaulan dengan sesama masyarakat yang sudah plural alias beragam ini. mari kita hitung pendapatan rata-rata dan pengeluaran wajibnya :

Pemasukan :

  1. Gaji Pokok : 4 ,2 Juta Rupiah
    2. Insentif dan tunjangan : 2 juta rupiah

Pengeluaran :

  1. Konsumsi pokok : 3 x 20.000 perhari = 60.000/hari atau 1.800.000/bulan
  2. bensin dan transport : 10.000/hari = 300.000/Bulan
  3. Perlengkapan MCK : 250.000/bulan
  4. Sewa Rumah/kontrakan : Rp. 1.000.000/bulan
  5. Makanan ringan atau snack : 30.000/hari atau 600.000/bulan
  6. Biaya internet bulanan sekitar 200.000/bulan
  7. Biaya listrik sekitar 350.000/bulan
  8. Air dan PDAM sekitar 100.000/bulan
  9. Belanja Baju dan celana : 300.000/bulan
  10. jajan di luar : 40.000/hari atau sekitar 1.200.000/bulan

mari kita menghitung gaya hidup dijakarta dengan selisih Dari total pendapatan sekitar 6,2 juta rupiah kita akan di kurangi dengan pengeluaran rutin diatas yang totalnya sekitar 6,1 juta. jadi dengan pengeluaran standar saja kalian hanya akan memiliki selisih atau tabungan sisa sekitar 100.000. saya rasa terlalu berlebihan untuk pengeluaran segitu ya?

Menghitung gaya hidup di jakarta, bukan lagi sekedar perhitungan kasat mata namun perlu detail yang cukup jelas agar kita masih memiliki uang sisa untuk investasi dan tabungan untuk kehidupan yang lebih baik. semakin besar keinginan gaya hidup kalian maka semakin kecil pula isi kantong kalian yang hanya mendapat pendapatan dibawah 7 juta rupiah.