Jembatan akses penghubung masyarakat

Jembatan akses penghubung masyarakat. Indonesia merupakan negara kepulauan dengan keanekaragaman keadaan wilayah. Akan tetapi banyak derah di Indonesia yang belum memiliki fasilitas penghubung antar daerah sehingga perkembangan ekonomi, pendidikan dan informasi menjadi terhambat.

Jalan menjadi akses utama masyarakat untuk beraktivitas, terkadang terdapat rintangan berupa lembah atau sungai. Selain pembangunan fasilitas jalan yang memadai tentunya perlu dibangun penghubung antar daerah yang terdapat rintangan berupa jembatan. Jembatan memiliki peranan penting untuk membuat efisiensi waktu tempuh masyarakat dalam beraktivitas.

Pengertian jembatan

Jembatan adalah suatu struktur yang memungkinkan route transportasi melintasi sungai, danau, kali, jalan raya, jalan kereta api dan lain-lain. Keberadaan jembatan mempunyai arti penting untuk setiap orang akan tetapi tingkat kepentingannya berbeda. maka jembatan dapat diartikan menjadi sarana penghubung dua wilayah tertentu yang berfungsi sebagai pengontrol dari suatu system interaksi masyarakat.

Bagian – bagian Jembatan

  • Bangunan Atas

Sesuai dengan istilahnya yaitu bangunan yang berada pada bagian atas suatu jembatan dimana berfungsi menampung beban-beban yang ditimbulkan oleh lalu lintas kemudian disalurkan kepada bangunan di bawahnya.

  • Bagian Bawah

Bangunan yang berada di bawah bangunan atas dengan fungsi memikul beban-beban yang diberikan oleh bangunan diatasnya. Bangunan bawah menyalurkan beban ke pondasi dan selanjutnya diteruskan ke tanah.

  • Landasan

Bagian ujung jembatan yang berfungsi menyalurkan gaya-gaya reaksi dari bangunan atas kepada bangunan bawahnya. Umumnya menggunakan landasan sendi dan landasan rol/ gerak.

  • Oprit Jembatan

Oprit merupakan timbunan tanah padat di belakang abutment untuk menghindari penurunan (settlement)

  • Bangunan Pengaman Jembatan

Jembatan diberikan pengaman terhadap pengaruh sungai terkait baik secara langsung maupun tak langsung.

  • Abutment

Sering disebut kepala jembatan yang merupakan bagian  bangunan pada ujung jembatan yang berfungsi sebagai pendukung bangunan atas serta penahan tanah.

  • Pilar Jembatan

Pilar menjadi pendukung jembatan yang terletak diantara abutment jembatan akan tetapi tidak semua jembatan memerlukan pilar.

  • Pondasi

Pondasi berfungsi menerima beban-beban dari bangunan bawah da menyalurkan ke tanah.

Baca juga : Revitalisasi Pasar Induk Klaten

Jenis – jenis jembatan akses

Semakin berkembangnya teknologi dan kemampuan manusia untuk berinovasi jembatan memiliki banyak tipe :

  • Jembatan Lengkung

Jembatan pelengkung (busur) dari bahan batu, telah ditemukan pada masa lampau, di masa Babylonia. Pada perkembangannya jembatan ini semakin banyak ditinggalkan.

  • Jembatan Rangka

Jembatan rangka dapat terbuat dari beberapa material yaitu kayu atau logam. Rangka jembatan dari kayu sudah mulai jarang digunakan karena sumber daya dan kemampuan menahan beban yang hanya relative kecil, untuk saat ini lebih banyak digunakan jembatan rangka berbahan baja, dengan berbagai macam betuk. Terdapat jenis-jenis rangka jembatan yang akan kita bahas pada artikel selanjutnya

  • Jembatan Beton

Beton merupakan bahan konstruksi yang mudah digunakan dan dikerjakan sehingga bahan ini juga menjadi bahan konstruksi jembatan dan cocok untuk bentang panjang.

  • Jembatan Beton

Beton merupakan bahan konstruksi yang mudah digunakan dan dikerjakan sehingga bahan ini juga menjadi bahan konstruksi jembatan dan cocok untuk bentang panjang.