Beberapa Hal Sebelum Memulai Perjalanan Wisata Alam!

New Normal yang berlangsung di beberapa wilayah Indonesia membawa angin baru dalam kehidupan sosial masyarakatnya. Salah satu aspek di luar perekonomian, pendidikan, yang turut terpengaruh adalah pariwisata. Perjalanan wisata alam adalah hal yang paling digemari masyarakat Indonesia.n Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19 yang didirikan oleh Bapak Presiden Joko Widodo berencana akan membuka kembali wisata alam di Indonesia secara bertahap.

Kawasan wisata yang dibuka terdiri atas wisata bahari, wisata konservasi perairan, wisata petualangan, taman nasional, taman wisata alam, hutan raya, dan suaka margasatwa. Selain itu, beberapa wisata alam non-konservasi yang berencana dibuka secara bertahap antara lain kebun raya, kebun binatang, taman safari, sampai wisata alam yang dikelola oleh masyarakat setempat.

Terdapat beberapa kriteria yang dikeluarkan pemerintah terhadap pelonggaran ini, antara lain : kawasan pariwisata alam yang dibuka berada di wilayah zona kuning dan zona hijau, tetap diberlakukannya protokol kesehatan, dan pembatasan waktu kunjungan yang dipantau oleh pemerintah.

Beberapa ahli kesehatan juga turut berpendapat atas pemberlakuan ini, salah satunya mengatakan apabila wisata alam lebih aman apabila dilakukan sendiri atau bersama orang yang berada dalam satu rumah, sehingga dapat mengurangi resiko penularan Covid-19. Akan tetapi, hal ini juga ditanggapi beberapa aktivis alam bahwa resiko berpetualang langsung di alam secara individual atau pererorangan dianggap ekstrim dan berbahaya bagi keselamatan.

Bagi anda yang masih di rumah saja dan sudah tidak sabar untuk melakukan perjalanan wisata alam, terdapat beberapa hal yang patut anda perhatikan sebelum memulai wisata alam. Berikut ulasannya:

Informasi Terkait Tempat Wisata

Tentu hal pertama yang harus anda perhatikan adalah informasi terkait wisata alam yang hendak anda kunjungi. Sesuai anjuran dari pemerintah, bahwa wisata alam yang dibuka terlebih dahulu adalah berada di kawasan zona hijau dan secara bertahap di kawasan zona kuning.

Oleh karena itu, anda bisa mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai wisata alam yang hendak anda kunjungi. Mulai dari kewajiban membawa surat keterangan bebas Virus Corona, pembekalan di perjalanan, medan yang hendak anda tempuh, dan lain-lain.

Selain itu, pastikan dalam melakukan perjalanan wisata alam anda tidak sendiri. Anda dapat melakukan perjalanan bersama keluarga atau teman yang tentunya telah dinyatakan bebas dari Virus Corona.

Hindari Perjalanan Apabila…

Untuk anda yang hendak melakukan perjalanan wisata alam sebaiknya menunda terlebih dahulu liburan anda apabila sedang sakit atau tidak enak badan. Memaksakan diri anda untuk melakukan perjalanan wisata alam yang memiliki medan tak tentu, justru semakin memperburuk kondisi kesehatan anda.

Apabila anda baru selesai karantina medis, juga sangat tidak dianjurkan dalam melakukan perjalanan wisata alam. Hal ini tentu dapat berdampak buruk bagi diri anda, teman yang ikut, maupun keluarga di rumah. Hal ini dikarenakan imun tubuh yang turun dapat membuat anda lebih rentan terserang penyakit.

Selain itu, bagi anda yang sudah terbiasa melakukan perjalanan wisata juga tak dianjurkan untuk langsung melakukan perjalanan jarak jauh. Walaupun anda telah paham betul medan dan situasi, tetapi anda tak perlu menyusahkan diri dengan langsung melakukan perjalanan jauh. Hal ini dikarenakan otot yang terlalu lama tertidur perlu dibangunkan secara perlahan sehingga tidak mengalami kelelahan ekstrim.

Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Walaupun anda berada jauh di luar jangkauan pemerintah, usahakan tetap mematuhi protokol kesehatan yang telah dibuat. Hal ini dimaksudkan demi kepentingan dan keselamatan anda sendiri. Tetap kenakan masker, menjaga jarak, dan jangan lupa untuk sering mencuci tangan. Apabila anda berada jauh dari sumber air, anda dapat menggunakan hand sanitizer.

Anda juga dapat melakukan perjalanan dengan orang yang berada di satu rumah atau teman yang dipastikan bebas Virus Corona dan hindari kerumunan selama perjalanan.

Selain itu, selalu bawa bekal makanan dan minuman dari rumah karena masih diberlakukan secara ketat jam operasional bagi tempat makan. Agar tidak membuat sampah bertumpuk, sebaiknya anda membawa makanan atau minuman dengan kemasan yang dapat dipakai ulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.